Sebenarnya di akhir masa kuliahku ini, aku diam-diam tertarik dengan
seorang perempuan. Perempuan yang selalu membuatku penasaran. Ada sesuatu yang
membuatnya terlihat berbeda dari perempuan yang lain. Dia adalah gadis yang
lebih banyak diam, tidak banyak bicara. Tapi dari tingkah lakunya seakan-akan
tersirat sebuah nasihat. Tak perlu banyak cakap ini itu, dengan melihat apa
yang diperbuatnya saja aku merasa kenek’an. Ternyata yang aku lakukan
selama ini belum seberapa. Inner beauty yang dimiliki gadis tersebut
mampu menarik perhatianku. Pembawaan gadis ini sederhana tapi tetap menawan. Cara
berpakaiannya nggak neko-neko, gaya bicaranya menunjukkan kalau dia gadis yang
paham. Simple tapi begitu mempesona.
Akupun sempat meng-istikhorohi dirinya. Ku serahkan semua perkara
ini pada Alloh, biarlah Alloh nantinya yang memberikan jawaban untukku. Dalam
suatu malam ketika aku tidur, aku bermimpi mendapati gadis tersebut sedang
sholat Dhuha kemudian dia membaca Al-Quran. Akupun kemudian terbangun
dari tidurku. Apakah mimpi tadi jawaban yang ingin engkau tunjukkan pada
hamba-Mu ini ya Alloh. Aku melihat jam, kala itu masih jam 3 malam. Ah
sepertinya ini waktu yang tepat untuk berdoa, memohon kepada Sang Kuasa.
Sebenarnya akupun belum begitu yakin dengan mimpiku. Apakah itu jawaban dari
permasalahanku atau hanya bunga tidur semata? Dalam hati kecilku berkata, aku
tidak akan pernah tahu kalau aku tidak mencobanya. Setelah pengumuman kelulusan
nanti, aku berniat memberanikan diri untuk berterus terang
kepadanya. Yah…aku bermaksud untuk melamarnya.