Lampu Pijar

gelap-cahaya-terang

  • Hei, selamat datang, sugeng rawuh, welcome di blog saya. Di sini tempat corat-coret saya. Itung-itung turut mengurangi pemakaian kertas dan menjaga lingkungan :). Let's go green and enjoy reading.

Aku, Sholat, dan Masjid

Posted by Arif Sofi On Selasa, Juli 03, 2012 0 comments


Cobaan jaman sekarang, sudah satu kos, satu komplek kok ya kalau sholat masih suka sendiri-sendiri.
Buat apa satu kos atau satu komplek kalau sholat saja belum bisa berjamaah?
Buat apa masjid-masjid direnovasi, fasilitasnya dilengkapi, kalau untuk sholat di masjid saja rasanya aras-arasen?
Ini lho masjid saya, bagus kan?
Masjidnya memang bagus Mas, tapi sayang nggak ada yang mau “meramaikannya”. Masa yang sholat cuma Imam sama Muadzinnya saja. Nggak jauh berbeda dengan balai di Kelurahan, ramainya kalau pas ada event saja. Naudzubillahimindzalik.

Foto

Posted by Arif Sofi On Selasa, Juli 03, 2012 0 comments


“Mas, coba lihat ini deh?”
Dia memperlihatkan sebuah foto kepadaku. Aku mengamati foto tersebut. Hei, itu foto dia sedang memangku seorang balita. Dalam foto itu dia terlihat sangat cantik dengan senyumnya yang manis. Balita mungil dipangkuannya tersebut dipakaikan jilbab, terlihat sangat menggemaskan dengan wajah bulatnya. Kulit balita itu putih bersih. Balita itu juga tersenyum, mirip sekali dengan dirinya.

Anugrah Terindah [part 3]

Posted by Arif Sofi On Senin, Juli 02, 2012 0 comments


Hari Minggu pagi di lapangan Gondokusuman kedua kesebelasan sudah siap untuk bertanding bola. Kesebelasan PPM Kepuh bermain bersama Kesebelasan Gondokusuman. Di tribun penonton, supporter kedua tim tak kalah serunya memberi dukungan pada tim kesayangannya. Dari kejauhan aku melihat Raisa bersorak-sorak, dia tampak anggun dengan kaos warna merah jambunya. Di sebelah kanannya ada seorang remaja berjilbab putih dan mengenakan baju warna biru, Tiara. Dia mahasiswi semester 1 Jurusan Kedokteran UGM, belakangan aku mengetahui kalau dia juga pandai menggambar. Di samping kiri Raisa ada Mbak Ana. Mbak Ana adalah mahasiswi sekaligus mubalighot di PPM Kepuh, Mbak Ana mengambil Jurusan Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dia juga sudah semester 7, sama denganku.
Pertandingan kali ini begitu seru, kedua tim sama-sama ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Wasit meniup peluit panjang, tanda permaian telah usai, dan kedudukan kala itu imbang 2-2. Keringat mengucur deras membasahi tubuh kami, tapi kami sangat menikmatinya. Pemain kedua kesebelasan saling berjabat tangan diikuti riuh tepuk tangan dari kedua supporter.
Kami kemudian berkumpul bersama sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh remaja putri. Ngobrol ngalor ngidul, tertawa bersama, pokoknya intinya silaturrahim lah.
Sekitar pukul 09.30 kami membereskan perlengkapan kami, memungut sampah-sampah yang berserakan agar tidak mengotori lapangan. Kemudian kami bersama-sama kembali ke kos masing-masing. Lapangan yang tadinya ramai dengan hiruk pikuknya sekarang benar-benar lenggang.

Tulisanmu, Cantik

Posted by Arif Sofi On Selasa, Juni 26, 2012 0 comments

Kali ini aku mau berbagi cerita seputar pemberkasan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan bagi kami, para calon ajun akuntan baru. Banyak sekali berkas yang harus kami kumpulkan. Mulai dari ijazah, SKCK, Kartu Kuning, Surat keterangan berbadan sehat, Surat keterangan bebas narkoba, Surat lamaran untukmu kerja, dan surat-surat pernyataan yang lain. Selain jumlahnya banyak, cara pengisian dan penulisan surat-surat tersebut ternyata cukup merepotkan. Banyak sekali aturan main yang harus diperhatikan. Salah satu aturannya yaitu harus ditulis tangan dengan huruf KAPITAL menggunakan snowman drawing pen 0,2 warna hitam. Tidak boleh ada coretan dan tidak boleh di tipp-ex. Salah sedikit saja berarti mengulang dari awal, sangat menarik.
Surat pernyataan yang harus diisi ada sekitar 33 lembar dan surat lamaran kerja yang harus ditulis tangan full satu lembar folio. Mau tidak mau, aku pun juga harus mengisi berkas-berkas tersebut. Harus teliti dan juga hati-hati. Aku juga tidak mau jika harus mengulang dari awal, selain capek tentunya juga akan membutuhkan kertas baru lagi, mubadzir. Ternyata dalam menulis surat pernyataan sebanyak itu, kita membutuhkan kesabaran. Kalau kita tergesa-gesa atau kemrungsung, insyaalloh hasilnya kurang memuaskan.

“Eh Arif tulisannya bagus, kayak tulisan cewek.”
Aku menoleh ke belakang, ternyata dia adalah Ayu (nama sebenarnya :p) teman sekantorku.
    “Haaah,“ aku mencoba melihat tulisanku. Aku amati betul-betul setiap detailnya. 
     “Perasaan sama kayak tulisan cowok yang lain, nggak ada bedanya,” gumamku.


Sebenarnya bukan kali ini saja ada orang yang menganggap tulisanku…ehem…bagus. Sebut saja Mas Yusuf (juga nama sebenarnya) teman satu kos ku dulu. Ketika pengajian, aku memaknai hadistku dengan menggunakan tulisan pegon (arab gundul). Karena melihat tulisanku tiba-tiba dia nyeletuk.
“Kalo cowok tulisannya bagus, biasanya nanti ceweknya nggak cantik lho.”
What the bla bla bla.
“Aku kan luar biasa mas. Tulisanku bagus dan istriku nanti insyaalloh juga cantik.”
Soal tulisan tangan, sepertinya keluargaku dianugerahi tangan yang bisa menulis dengan bagus. Mulai dari mbak sampai adik-adikku kulihat tulisan tangannya memang lumayan bagus. Alhamdulillah yah. Oh mungkin gara-gara ini juga aku dulu tidak diterima di Poltekkes Semarang. “Mana ada dokter yang tulisannya bagus”. Hahaha.  

Anugrah Terindah [part 2]

Posted by Arif Sofi On Selasa, Juni 26, 2012 0 comments


Jam dinding di ruang kelas menunjukkan pukul 15.20 tapi pak dosen masih belum juga mengakhiri perkuliahannya. Aku sampai dibuat terkantuk-kantuk oleh penjelasan mengenai Mekanika Teknik yang dipaparkan oleh beliau. Tepat pukul 15.30 perkuliahanku untuk hari ini disudahi. Aku teringat ajakan Hasan untuk latihan bola sore ini. Wah mudah-mudahan aku masih sempat pergi ke lapang. Segera aku menuju ke tempat parkir untuk mengambil motor, kemudian kembali ke kos.
“Duh hampir jam 4 sore, belum sholat Ashar lagi, langsung mampir masjid aja lah,” gumamku dalam hati.
Sesampainya di masjid aku langsung mengambil air wudhu. Terasa segar tubuh ini setelah dibasuh dengan air wudhu, rasa penat selama jam kuliah hilang begitu saja, menenangkan. Ketika hendak memasuki masjid tiba-tiba seseorang memanggil namaku.
“Mas Faris mau sholat ya?”