Lampu Pijar

gelap-cahaya-terang

  • Hei, selamat datang, sugeng rawuh, welcome di blog saya. Di sini tempat corat-coret saya. Itung-itung turut mengurangi pemakaian kertas dan menjaga lingkungan :). Let's go green and enjoy reading.

Pilihan Alloh Saja

Posted by Arif Sofi On Rabu, Oktober 10, 2012 0 comments

Pukul 07.15 WIB
Setelah absen, aku langsung naik ke ruanganku di lantai 10. Berhubung pagi tadi aku sudah makan, kali ini aku memutuskan untuk tetap di ruangan. Mengeluarkan netbook dari dalam tas kemudian menyalakannya. Sembari menunggu proses booting selesai, aku menyeduh secangkir teh manis hangat, lumayanlah untuk menghangatkan suasana di pagi ini. Baru beberapa saat aku duduk di kursiku, ada orang yang mengucapkan salam dari arah belakangku.
Assalamualaikum.”
Waalaikumussalam,” jawabku.
Oh ternyata seorang Bapak dari direktorat sebelah. Ada apa gerangan pagi-pagi begini beliau mencariku.
“Mas Arif ada photoshop nggak?”
“Ada pak.”
“Amal sholih edit foto anak saya, Mas. Mau dipake buat haji,” kata si Bapak sambil menyerahkan flash disk.
“Fotonya yang mana pak?”
“Yang itu Mas,” sambil menunjuk foto seorang gadis berjilbab hitam.
“Ceritanya anak saya kan punya uang, Mas. Tadinya mau buat beli mobil, terus saya nasihati biar uangnya dibuat haji dulu, ternyata dia mau. Alhamdulillah Mas, malah sekarang dapat rizki lagi, akhirnya dia buat bayar uang muka mobil.”
Aku ikut tersenyum mendengar cerita si Bapak sambil berangan-angan, “Kapan ya aku bisa pergi haji?”
“Mas Arif mau nggak sama anak saya?”
“Eh,” aku terkejut bercampur bingung mendengar tawaran si Bapak. Angan-angan tentang haji pun buyar seketika.
“Dia udah mau haji Mas, penghasilannya insya Alloh juga sudah lumayan. Apa sampeyan sudah punya calon?”
***
Bingung? Lebih dari sekadar bingung. Saat si Bapak bertanya tadi, aku hanya bisa bengong. Tidak bisa untuk menolak, juga tidak bisa untuk menerima. Yah, aku tadi hanya terdiam. Sepertinya otakku tadi tidak bisa berpikir secerdas biasanya, benar-benar kaku.
Aku pernah bertanya pada kakakku. Seandainya diumur yang sekarang aku menikah, apakah pantas?
Kurang lebih beginilah yang kakak katakan waktu itu. Menikah itu bukan masalah pantas atau tidak pantas. Menikah adalah proses dimana kamu akan mengemban amanah baru, memiliki kewajiban dan hak baru, menerima keluarga yang baru. Umur itu bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikah. Menikah di usia muda atau mungkin di usia tua, semuanya adalah kehendak Alloh. Ketika Alloh telah mengkodar kamu akan menikah, maka pada saat itu Alloh telah menilai bahwa kamu sudah siap dan pantas untuk menikah. Pada saat itu juga, Allohlah yang akan mempertemukan kamu dengan jodohmu.
Kalau boleh jujur, aku merasa bahwa saat ini aku belum siap untuk menikah. Mungkin untuk menikahnya sudah siap, tapi untuk urusan lain-lain setelah menikah itu yang belum siap. Terutama masalah finansial. Jelas, aku belum punya modal. Kerja, maksudku diangkat menjadi pegawai, baru tanggal 1 Oktober kemarin.
Mengenai calon, kalau ada yang bertanya padaku tentang calon, aku punya dua versi jawaban. Yang pertama aku bisa bilang belum punya calon atau yang kedua aku bisa bilang bahwa aku sudah punya calon. Kalau suka dengan seseorang, bisa dikatakan saat ini aku sedang menyukai seseorang. Tapi apakah pada akhirnya nanti aku berjodoh dengan dia yang aku suka saat ini, belum tentu bukan? Bahkan sampai saat ini, akupun tidak tahu apakah dia juga suka denganku. Bisa jadi malah cuma cinta bertepuk sebelah tanagn. Lantas, apa yang seperti itu bisa disebut calon? Mungkin lebih pantas bila disebut calon kuadrat karena saking tidak jelasnya. Tidak salah juga jika aku menjawab bahwa aku sudah punya calon, bahkan lebih dari sekadar calon. Ya, aku sudah punya lebih dari sekadar calon dan kami nanti akan menikah. Tapi sayangnya aku belum tahu dimana dia sekarang dan siapa dia. Yang ini juga sama-sama tidak jelasnya.
Untuk saat ini sepertinya aku butuh waktu untuk berpikir. Eh, aku tidak harus terlalu memikirkannya. Biarkan Alloh saja yang memikirkan dan memilihkan apa-apa yang terbaik dan terbarokah untukku. Karena Allohlah yang maha mengetahui lagi berkehendak. Satu yang aku yakini, bahwa siapapun nanti yang akan menjadi jodohku, insya Alloh sesuai dengan yang aku pinta dalam setiap sujud dan doaku.
Tak usah terlalu membebani pikiran, bersiap-siap untuk tidur. Semoga nanti bisa bangun dan doa sepertiga malam yang akhir, mencurahkan semuanya kepada Alloh, berdoa lebih mempeng dari biasanya. Insya Alloh besok pagi, Alloh sudah mengirimkan jawabannya. Semoga.



Categories: , , ,

Poskan Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-q =))